Asistensi Rehabilitasi Sosial

Terapi subtitusi, terapi ini digunakan untuk meminimalisir dampak buruk sakau , dokter dapat memberikan obat pengganti, agar keadaan pasien dapat stabil. Tahapan ini para dokter akan menentukan apakah pengguna memerlukan obat pengganti atau tidak. Sebab dalam beberapa kasus, penggunaan narkoba yang diputus secara tiba-tiba dapat membuat penggunanya menderita sakau / gejala putus zat. Untuk itu mereka perlu ditolong untuk disembuhkan dari kecanduan terhadap narkoba juga memulihkan perilaku mereka kembali. Apabila pecandu narkoba diputus masuk penjara yang terjadi kesembuhan dan pemulihan mereka sulit didapatkan.

Efek lain dari hal tersebut menyebabkan beban bagi negara yang harus membiayai terpidana narkotika selama menjalani masa pidananya di dalam lembaga pemasyarakatan. Rehabilitasi merupakan salah satu poin penting dalam penanggulangan narkoba, karena dengan adanya rehabilitasi diharapkan dapat memutuskan tali supply dan demand penggunaan narkoba. Pengguna/pecandu narkoba yang proses rehabilitasinya tidak berhasil akan berpotensi untuk meningkatkan demand narkoba, sementara sesuai dengan amanat undang-undang tidak semua pengguna/pecandu dijatuhi hukuman penjara. Untuk itu, proses rehabilitasi pengguna/pecandu narkoba harus dilaksanakan secara tuntas sehingga tidak ada demand yang muncul kembali dari mantan pecandu/pengguna narkoba. Sesuai fungsinya, tempat rehabilitasi narkoba rawat inap itu bisa digunakan untuk merehabilitasi pengguna narkoba sambil menginap.

Karena itulah, Pemerintah kemudian mengeluarkan UU No.35 tahun 2009 yang salah satu pasalnya mewajibkan pengguna narkoba untuk menjalani program rehabilitasi. Tujuannya untuk menghentikan ketergantungan sekaligus memulihkan kondisi mental dan sosial pengguna. Pecandu Narkotika yang sedang menjalani proses peradilan dapat ditempatkan dalam lembaga rehabilitasi medis dan/atau rehabilitasi sosial. Dari pengertian di atas, maka ada dua perbedaan mendasar mengenai Pengedar Narkotika dan Pecandu Narkotika. Selain itu, adapula Korban Penyalahgunaan Narkotika, yaitu seseorang yang tidak sengaja menggunakan Narkotika karena dibujuk, diperdaya, ditipu, dipaksa, dan/atau diancam untuk menggunakan narkotika. Dalam amanat undang-undang, Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Berdasarkan Undang-Undang nomor 35 tahun 2009, Rehabilitasi Sosial adalah suatu proses kegiatan pemulihan secara terpadu, baik fisik, mental maupun sosial, agar bekas pecandu narkotika dapat kembali melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan masyarakat. Namun pertanyaannya, apakah Rehabilitasi Sosial mampu menekan penyalahgunaan narkotika di masyarakat? Untuk menjawabnya, kita harus mengetahui apa saja yang tergolong dalam penyalahgunaan narkotika. Sesuai UU No. 35 tahun 2009, Penyalah Guna adalah orang yang menggunakan narkotika tanpa hak atau melawan hukum. Menurut Pasal 112 menyatakan setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun, dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp.800 juta dan paling banyak Rp 8 milyar. Pasal itulah yang membuat para korban pengguna narkoba bisa di penjara.

Penyalahgunaan narkotika merupakan masalah yang krusial bagi sebuah bangsa. Persoalan yang muncul memiliki dampak yang sangat masif bagi segala aspek kehidupan manusia. Masalah kesehatan bukan satu-satunya menjadi perhatian bagi kita terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkotika, namun juga dampak sosial terhadap penyalahgunaan narkotika merupakan salah satu aspek yang tidak bisa disepelekan. Menurut data yang terhimpun oleh BNN sepanjang tahun 2020 lalu, BNN telah berhasil memetakan 92 jaringan sindikat narkotika. Sebanyak 88 jaringan sindikat telah berhasil diungkap di mana 14 di antaranya merupakan jaringan sindikat berskala internasional, dan setidaknya ada 27 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan dari seluruh Indonesia yang terlibat aktif dalam pengendalian narkotika dari dalam Lapas. Berangkat dari jaringan tersebut BNN berhasil mengungkap 806 kasus tindak pidana narkotika dengan total tersangka sebanyak 1247 orang.

Read More

Rehabilitasi Sosial Dan Tantangan Bagi Pecandu Narkotika Di Masyarakat

SNI yang nantinya akan menjadi acuan di seluruh Indonesia ini Kemsos akan mengeluarkan peraturan bagi layanan rehabilitasi sosial dan Kemkes mengeluarkan permenkes untuk rehabilitasi medis. Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dalam melakukan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi Tuna Sosial. Program Rehabilitasi Saraf dirancang untuk merehabilitasi Anda dan memungkinkan Anda menjalani kehidupan yang normal, aktif dan mandiri dengan kualitas yang baik. Ahli fisioterapi kami dapat merancang program latihan olahraga untuk membantu Anda memperoleh kembali fungsi otot dan pergerakan yang normal. Mereka juga dapat mengajari Anda cara yang aman untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain, termasuk berjalan, memperbaiki pola jalan yang abnormal, dan menaiki anak tangga.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesesejahteraan Sosial. Dijelaskan saat mengikuti Program Rawat Inap awal yang diikuti selama minimal 3 bulan untuk kepentingan asesmen lanjutan, serta penatalaksanaan medis untuk gangguan fisik dan mental. Sebagai catatan, mantan Pecandu Narkotika tidak bisa dikatakan ‘sembuh’, karena sensasi zat adiktif akan terus teringat oleh mereka dan sewaktu-waktu bisa relapse jika tidak dapat mengendalikan dirinya dengan baik. Salah satu pemicu relapse adalah ‘momentum’ di mana pada waktu tertentu atau momen tertentu, Pecandu Narkotika akan teringat kembali momen penggunaan narkoba jika momentum tersebut terulang, seperti malam tahun baru, acara ulang tahun, dan yang lainnya. Sugesti untuk relapse adalah suatu penyakit yang tidak terlepas dari penyakit ketergantungan.

Lembaga rehabilitasi tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat harus mendapatkan persetujuan Menteri untuk dapat menyelenggarakan rehabilitasi medis pecandu, penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkotika. Saat ini penanggulangan narkoba dibebankan ke pundak BNN dari pusat hingga daerah. Maka dirasa perlu adanya sinergi dari semua pihak agar mampu mendukung kinerja BNN lebih optimal, terutama di bidang rehabilitasi pengguna/pecandu narkoba.

Jumat Barokah merupakan kegiatan Pekerja Sosial Medis untuk menyalurkan bantuan dari lembaga / perseorangan kepada pasien yang membutuhkan. Layanan Ortotik Prostetik merupakan suatu bentuk pelayanan keteknisian medik yang ditujukan kepada individu untuk merancang, membuat, dan mengepas alat bantu untuk pemeliharaan dan pemulihan fungsi , atau penggantian anggota gerak . Layanan Psikologi merupakan pelayanan untuk pengembangan pemeliharaan mental emosional dan pemecahan masalah yang diakibatkan keadaan sakit, penyakit, dan cedera.

Dalam artikel ini juga terdapat jenis, tujuan dan sasaran rehabilitasi. Berikut ini penjelasan mengenai apa itu rehabilitasi lengkap dengan jenis, tujuan dan tahapannya. Selain itu, seseorang yang kecanduan narkoba juga menjadi lebih berani untuk melakukan hal yang berbahaya.

Read More