Dokter Rehabilitasi Medik, Peran Dan Jenis Terapi Yang Dilakukan

Rehabilitasi narkotika merupakan program pembinaan yang dibutuhkan oleh tahanan dan warga binaan pemasyarakatan yang dikategorikan pecandu, penyalahguna dan korban penyalahguna narkotika. Namun pelaksanaan rehabilitasi narkotika tersebut berjalan belum optimal. Pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan dan kendala serta upaya untuk mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi narkotika di UPT Pemasyarakatan? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan dan kendala pelaksanaan rehabilitasi narkotika serta upaya untuk mengoptimalkan pelaksanaan di UPT Pemasyarakatan. Penelitian ini bersifat evaluatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini melalui kajian literatur dan focus group discussion.

Terapi psikososial sebagaimana dimaksud pada ayat dilakukan dengan cara melakukan berbagai terapi untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan aspek kognisi, psikis, dan sosial, serta dukungan alat bantu. Terapi fisik sebagaimana dimaksud pada ayat dilakukan dengan cara latihan terapeutik, pijat, urut dan terapi elektronik, dukungan alat bantu, serta pelatihan dan terapi olahraga. Terapi fisik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat huruf d dimaksudkan untuk mengoptimalkan, memelihara, dan mencegah kerusakan atau gangguan fungsi fisik.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada umumnya UPT Pemasyarakatan sudah melaksanakan rehabilitasi narkotika sesuai dengan petunjuk pelaksanaan namun demikian masih terdapat kendala dalam beberapa aspek, yaitu sumber daya manusia, ketepatan sasaran, sistem rehabilitasi dan kelembagaan. Upaya untuk mengoptimalkan rehabilitasi narkotika di UPT Pemasyarakatan yaitu penguatan kelembagaan, sumber daya manusia dan sistem rehabilitasi. Oleh karena itu Direktorat Jenderal Pemasyarakatan harus melakukan beberapa upaya, yaitu merevisi petunjuk pelaksanaan rehabiltasi narkotika, meningkatkan kerjasama dengan instansi lain dan restrukturisasi organisasi UPT Pemasyarakatan. Pasal 24Pengamanan pecandu, penyalahguna dan korban penyalahgunaan yang sedang dalam proses peradilan yang sedang menjalani rehabilitasi medis di fasilitas rehabilitasi medis menjadi tanggung jawab penyidik, penuntut umum atau hakim sesuai tingkat pemeriksaan perkara. Persetujuanuntuk dapat menyelenggarakan rehabilitasi medis pecandu, penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkotika berlaku selama 5 tahun dan dapat diperpanjang selama memenuhi ketentuan yang berlaku.

Rehabilitasi Sosial adalah proses refungsionalisasi dan pengembangan untuk memungkinkan seseorang mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan masyarakat. Mewujudkan Kalurahan Sehat di GunungkidulKalurahan Sehat merupakan inovasi yang diusung Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul melalui revisi Peraturan Bupati tentang No. 56 Tahun 2015, Desa Siaga Sehat. Hal ini disambut baik oleh Pusat Rehabilitasi YAKKUM melalui Program Kesehatan Jiwa berbasis Masyarakat dengan memfasilitasi dan mengawal penyusunan produk kebijakan Peraturan Bupati tentang Kalurahan Sehat dengan mengupayakan pengembangan kesehatan bersama masyarakat. Melalu produk kebijakan inilah diharapkan kondisi masyarakat Kalurahan dapat lebih sehat, peduli, tanggap serta mampu menyelesaikan masalah kesehatan secara mandiri melalui peran serta berbagai pihak.

Sementara itu, terapi kelompok merupakan forum diskusi yang beranggotakan sesama pecandu narkoba. Terapi ini bertujuan agar anggotanya dapat saling memberikan motivasi, bantuan, dan dukungan agar sama-sama terbebas dari jeratan narkoba. Setelah pemeriksaan dilakukan, dokter akan menentukan jenis pengobatan yang akan diberikan untuk mengurangi gejala putus obat yang diderita pecandu. Pemberian obat ini tergantung jenis narkoba yang pernah digunakan dan tingkat keparahan gejala yang dialami. Rehabilitasi medis merupakan tahap pertama yang perlu dijalani oleh pecandu agar terlepas dari ketergantungan narkoba. Pada tahap ini, dokter akan memeriksa kesehatan pecandu, baik kesehatan fisik maupun mentalnya.

Read More

Asistensi Rehabilitasi Sosial

Terapi subtitusi, terapi ini digunakan untuk meminimalisir dampak buruk sakau , dokter dapat memberikan obat pengganti, agar keadaan pasien dapat stabil. Tahapan ini para dokter akan menentukan apakah pengguna memerlukan obat pengganti atau tidak. Sebab dalam beberapa kasus, penggunaan narkoba yang diputus secara tiba-tiba dapat membuat penggunanya menderita sakau / gejala putus zat. Untuk itu mereka perlu ditolong untuk disembuhkan dari kecanduan terhadap narkoba juga memulihkan perilaku mereka kembali. Apabila pecandu narkoba diputus masuk penjara yang terjadi kesembuhan dan pemulihan mereka sulit didapatkan.

Efek lain dari hal tersebut menyebabkan beban bagi negara yang harus membiayai terpidana narkotika selama menjalani masa pidananya di dalam lembaga pemasyarakatan. Rehabilitasi merupakan salah satu poin penting dalam penanggulangan narkoba, karena dengan adanya rehabilitasi diharapkan dapat memutuskan tali supply dan demand penggunaan narkoba. Pengguna/pecandu narkoba yang proses rehabilitasinya tidak berhasil akan berpotensi untuk meningkatkan demand narkoba, sementara sesuai dengan amanat undang-undang tidak semua pengguna/pecandu dijatuhi hukuman penjara. Untuk itu, proses rehabilitasi pengguna/pecandu narkoba harus dilaksanakan secara tuntas sehingga tidak ada demand yang muncul kembali dari mantan pecandu/pengguna narkoba. Sesuai fungsinya, tempat rehabilitasi narkoba rawat inap itu bisa digunakan untuk merehabilitasi pengguna narkoba sambil menginap.

Karena itulah, Pemerintah kemudian mengeluarkan UU No.35 tahun 2009 yang salah satu pasalnya mewajibkan pengguna narkoba untuk menjalani program rehabilitasi. Tujuannya untuk menghentikan ketergantungan sekaligus memulihkan kondisi mental dan sosial pengguna. Pecandu Narkotika yang sedang menjalani proses peradilan dapat ditempatkan dalam lembaga rehabilitasi medis dan/atau rehabilitasi sosial. Dari pengertian di atas, maka ada dua perbedaan mendasar mengenai Pengedar Narkotika dan Pecandu Narkotika. Selain itu, adapula Korban Penyalahgunaan Narkotika, yaitu seseorang yang tidak sengaja menggunakan Narkotika karena dibujuk, diperdaya, ditipu, dipaksa, dan/atau diancam untuk menggunakan narkotika. Dalam amanat undang-undang, Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Berdasarkan Undang-Undang nomor 35 tahun 2009, Rehabilitasi Sosial adalah suatu proses kegiatan pemulihan secara terpadu, baik fisik, mental maupun sosial, agar bekas pecandu narkotika dapat kembali melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan masyarakat. Namun pertanyaannya, apakah Rehabilitasi Sosial mampu menekan penyalahgunaan narkotika di masyarakat? Untuk menjawabnya, kita harus mengetahui apa saja yang tergolong dalam penyalahgunaan narkotika. Sesuai UU No. 35 tahun 2009, Penyalah Guna adalah orang yang menggunakan narkotika tanpa hak atau melawan hukum. Menurut Pasal 112 menyatakan setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun, dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp.800 juta dan paling banyak Rp 8 milyar. Pasal itulah yang membuat para korban pengguna narkoba bisa di penjara.

Penyalahgunaan narkotika merupakan masalah yang krusial bagi sebuah bangsa. Persoalan yang muncul memiliki dampak yang sangat masif bagi segala aspek kehidupan manusia. Masalah kesehatan bukan satu-satunya menjadi perhatian bagi kita terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkotika, namun juga dampak sosial terhadap penyalahgunaan narkotika merupakan salah satu aspek yang tidak bisa disepelekan. Menurut data yang terhimpun oleh BNN sepanjang tahun 2020 lalu, BNN telah berhasil memetakan 92 jaringan sindikat narkotika. Sebanyak 88 jaringan sindikat telah berhasil diungkap di mana 14 di antaranya merupakan jaringan sindikat berskala internasional, dan setidaknya ada 27 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan dari seluruh Indonesia yang terlibat aktif dalam pengendalian narkotika dari dalam Lapas. Berangkat dari jaringan tersebut BNN berhasil mengungkap 806 kasus tindak pidana narkotika dengan total tersangka sebanyak 1247 orang.

Read More

Pentingnya Rehabilitasi Sebagai Solusi Dalam Menekan Kasus Narkotika

Saat ini sudah ada 50 desa yang didampingi Pusat Rehabilitasi YAKKUM agar lebih inklusif terhadap semua warganya, harapannya desa-desa lain bisa mengikuti jejak 50 desa ini untuk bisa melibatkan semua unsur yang ada didalam masyarakat tanpa terkecuali, tanpa ada yang ditinggalkan. Mudah-mudahan buku ini bisa menjadi panduan untuk memberdayakan semua disabilitas di seluruh desa di Kabupaten Purworejo. Selaku peneliti dari BALITBANG Hukum dan HAM yang menggali informasi mengenai pelaksanaan Rehabilitasi yang sedang berlangsung di UPT Pemasyarakatan. Pernah mengalami stroke atau kerusakan saraf lainnya yang membatasi fungsi fisik. Masyarakat perlu mengetahui bahwa pasien dengan status public figuremendapatkan perlakuan yang sama dengan pasien lainnya di RSKO Jakarta.

Terapi kelompok yang bertujuan untuk mendidik pasien berpikir dan melakukan tindakan dalam mengatasi suatu masalah. Terapi kelompok dengan menggunakan media ekspresif , untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan pasien. Penyesuaian diri dalam hubungan perorangan dan sosial secara memuaskan sehingga dapat berfungsi sebagai anggota masyarakat yang berguna. KG Media dapat menggunakan data dirimu untuk proses verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau jika kami menemukan aktivitas mencurigakan.

Terkait penerapan Pasal 103 UU Narkotika ini, MA mengeluarkan SEMA Nomor 4 Tahun 2010joSEMA Nomor 3 Tahun 2011 tentang Penempatan Penyalahguna, Korban Penyalahgunaan, dan Pecandu Narkotika dalam Lembaga Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial. Dalam setiap perkara narkotika, sebenarnya para penegak hukum hingga pemutus perkaranya mesti berangkat dari aturan yang sama, yaitu Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Undang-Undang itu merupakan regulasi ‘khusus’ yang menyimpang dari sistem pemidanaan yang selama ini berlaku di Indonesia. Dikatakan ‘khusus’ karena undang-undang ini menganut double track system pemidanaan bagi penyalah guna untuk diri sendiri dengan kewajiban bagi seluruh lembaga pengadilan di Indonesia untuk menghukum rehabilitasi.

Dwi Sasono melalui kuasa hukumnya mengajukan permohonan rehabilitasi terkait kasus narkoba yang menjeratnya. Proses rehabilitasi diawali assessment terhadap napi pemakai narkotika yang dilakukan lewat wawancara mendalam oleh jajaran BNN. Selanjutnya keterangan waktu rehabilitasi yang harus dilewati pelaku disesuaikan dengan keputusan hakim dari pertimbangan taraf kecanduan terdakwa yang dirincikan seperti Program Detoksifikasi dan stabilitasi selama satu bulan, Program Primer lamanya 6 bulan, Program Re-entry lamanya 6 bulan. Kemudian memenuhi syarat uji laboratorium positif menggunakan narkotika permintaan penyidik, Surat keterangan jiwa dan psikiater pemeritah yang ditunjuk oleh hakim, terbukti tidak terlibat dalam kasus pengedaran gelap narkoba. Jika sudah sampai pada tahap kecanduan narkoba, bisa dikenali gejala nya seperti selalu ingin mengkonsumsi narkoba setiap hari dan keinginan untuk terus menambah dosis pemakaian.

Rehabilitasi narkobaadalah cara untuk memulihkan pengguna agar terbebas dari narkoba. Memang proses rehabilitasi ini memerlukan waktu yang tidak sebentar. Terlebih jika pasien tersebut telah kecanduan narkoba dalam waktu lama. Di setiap kota besar dan provinsi di Indonesia biasanya memiliki tempat atau rumah sakit yang menjadi tempat rehabilitasi narkoba.

Read More

Analisa Kebijakan Optimalisasi Pelaksanaan Rehabilitasi Narkotika Di Unit Pelayanan Teknis Pemasyarakatan

Namun ada pula pasien yang tidak bisa beraktifitas keluar dari hasil evaluasi tim medis dan psikososial walaupun dirinya berada di fase Re-Entry. Pasien rehabilitasi perlu dipersiapkan diri sebelum secara penuh keluar dari rumah rehabilitasi narkoba. Mereka akan menemui situasi yang berbeda setelah keluar dari rehabilitasi dengan cap sebagai mantan pengguna. Proses tahapan rehabilitasi narkoba bila dituliskan mungkin akan bisa menghasilkan beberapa buku. Tulisan singkat ini dibuat agar masyarakat dapat mengerti dengan mudah dan mengetahui tahapan rehabilitasi narkoba yang harus dijalani.

Terapi kelompok yang bertujuan mendidik pasien menggungkapkan hak pribadinya tanpa menyinggung orang lain. Siapa pun pengguna atau pecandu yang ingin mendapatkan bantuan rehabilitasi dan sembuh bisa datang ke BNN untuk mengakses layanan rehabilitasi. KOMPAS.com – Kasus penyalahgunaan narkoba masih terus terjadi dan tidak pandang bulu. Selain masyarakat umum dan kalangan artis, baru-baru ini kasus narkoba juga menyeret para aparat penegak hukum.

Penempatan dalam lembaga rehabilitasi medis dan/atau rehabilitasi sosial sebagaimana dimaksud pada ayat merupakan kewenangan penyidik, penuntut umum, atau hakim sesuai dengan tingkat pemeriksaan setelah mendapatkan rekomendasi dari Tim Dokter. Pidana penjara bagi korban penyalahgunaan Narkotika merupakan perampasan kemerdekaan dan mengandung sisi negatif sehingga tujuan pemidanaan tidak dapat diwujudkan secara maksimal. Sedangkan Rehabilitasi dimaksudkan agar penyalahgumaan yang dikategorikan pecandu ini bebas dari ketergantungannya. Bukannya lepas atau pun bebas dari pemidanaan seperti halnya penjara, tapi mereka dibina. Jika di dalam penjara Bukannya terjadi pembinaan di lembaga pemasyarakatan malah penyalahguna makin parah bisa hasilnya putusan hakim tidak membawa manfaat bagi penyalahguna dan kemudian orang tersebut kembali kemasyarakat tidak akan menjadi orang yang lebih baik.

Jixie mencari berita yang dekat dengan preferensi dan pilihan Anda. Kumpulan berita tersebut disajikan sebagai berita pilihan yang lebih sesuai dengan minat Anda. Mensos meresmikan operasionalisasi loka pelayanan untuk rehabilitasi NAPZA dan ODHA di Takalar.

Terapi Okupasi merupakan pelayanan kesehatan untuk mengembangkan, memelihara, memulihkan fungsi dan atau mengupayakan adaptasi untuk aktivitasi sehari-hari (ADL /Activity Daily Living). Fisioterapi merupakan pelayanan kesehatan untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi organ tubuh dengan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan , dan pelatihan. Rehabilitasi Geriatri RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung melayani konsultasi, pemeriksaan fisik , dan terapi geriatri/ usia lanjut. Harapan ke depan, kata Yunis, tarif nantinya akan seperti hotel. “Mungkin nantinya ada fasilitas bintang satu, dua, dan seterusnya. Dengan demikian masyarakat yang mengalami masalah hukum terkait narkotika tidak tereksploitasi dengan masalah ini,” katanya.

Read More

Rehabilitasi Sosial Dan Tantangan Bagi Pecandu Narkotika Di Masyarakat

SNI yang nantinya akan menjadi acuan di seluruh Indonesia ini Kemsos akan mengeluarkan peraturan bagi layanan rehabilitasi sosial dan Kemkes mengeluarkan permenkes untuk rehabilitasi medis. Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dalam melakukan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi Tuna Sosial. Program Rehabilitasi Saraf dirancang untuk merehabilitasi Anda dan memungkinkan Anda menjalani kehidupan yang normal, aktif dan mandiri dengan kualitas yang baik. Ahli fisioterapi kami dapat merancang program latihan olahraga untuk membantu Anda memperoleh kembali fungsi otot dan pergerakan yang normal. Mereka juga dapat mengajari Anda cara yang aman untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain, termasuk berjalan, memperbaiki pola jalan yang abnormal, dan menaiki anak tangga.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesesejahteraan Sosial. Dijelaskan saat mengikuti Program Rawat Inap awal yang diikuti selama minimal 3 bulan untuk kepentingan asesmen lanjutan, serta penatalaksanaan medis untuk gangguan fisik dan mental. Sebagai catatan, mantan Pecandu Narkotika tidak bisa dikatakan ‘sembuh’, karena sensasi zat adiktif akan terus teringat oleh mereka dan sewaktu-waktu bisa relapse jika tidak dapat mengendalikan dirinya dengan baik. Salah satu pemicu relapse adalah ‘momentum’ di mana pada waktu tertentu atau momen tertentu, Pecandu Narkotika akan teringat kembali momen penggunaan narkoba jika momentum tersebut terulang, seperti malam tahun baru, acara ulang tahun, dan yang lainnya. Sugesti untuk relapse adalah suatu penyakit yang tidak terlepas dari penyakit ketergantungan.

Lembaga rehabilitasi tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat harus mendapatkan persetujuan Menteri untuk dapat menyelenggarakan rehabilitasi medis pecandu, penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkotika. Saat ini penanggulangan narkoba dibebankan ke pundak BNN dari pusat hingga daerah. Maka dirasa perlu adanya sinergi dari semua pihak agar mampu mendukung kinerja BNN lebih optimal, terutama di bidang rehabilitasi pengguna/pecandu narkoba.

Jumat Barokah merupakan kegiatan Pekerja Sosial Medis untuk menyalurkan bantuan dari lembaga / perseorangan kepada pasien yang membutuhkan. Layanan Ortotik Prostetik merupakan suatu bentuk pelayanan keteknisian medik yang ditujukan kepada individu untuk merancang, membuat, dan mengepas alat bantu untuk pemeliharaan dan pemulihan fungsi , atau penggantian anggota gerak . Layanan Psikologi merupakan pelayanan untuk pengembangan pemeliharaan mental emosional dan pemecahan masalah yang diakibatkan keadaan sakit, penyakit, dan cedera.

Dalam artikel ini juga terdapat jenis, tujuan dan sasaran rehabilitasi. Berikut ini penjelasan mengenai apa itu rehabilitasi lengkap dengan jenis, tujuan dan tahapannya. Selain itu, seseorang yang kecanduan narkoba juga menjadi lebih berani untuk melakukan hal yang berbahaya.

Read More