Keuangan

Pentingnya Rehabilitasi Sebagai Solusi Dalam Menekan Kasus Narkotika

Saat ini sudah ada 50 desa yang didampingi Pusat Rehabilitasi YAKKUM agar lebih inklusif terhadap semua warganya, harapannya desa-desa lain bisa mengikuti jejak 50 desa ini untuk bisa melibatkan semua unsur yang ada didalam masyarakat tanpa terkecuali, tanpa ada yang ditinggalkan. Mudah-mudahan buku ini bisa menjadi panduan untuk memberdayakan semua disabilitas di seluruh desa di Kabupaten Purworejo. Selaku peneliti dari BALITBANG Hukum dan HAM yang menggali informasi mengenai pelaksanaan Rehabilitasi yang sedang berlangsung di UPT Pemasyarakatan. Pernah mengalami stroke atau kerusakan saraf lainnya yang membatasi fungsi fisik. Masyarakat perlu mengetahui bahwa pasien dengan status public figuremendapatkan perlakuan yang sama dengan pasien lainnya di RSKO Jakarta.

Terapi kelompok yang bertujuan untuk mendidik pasien berpikir dan melakukan tindakan dalam mengatasi suatu masalah. Terapi kelompok dengan menggunakan media ekspresif , untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan pasien. Penyesuaian diri dalam hubungan perorangan dan sosial secara memuaskan sehingga dapat berfungsi sebagai anggota masyarakat yang berguna. KG Media dapat menggunakan data dirimu untuk proses verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau jika kami menemukan aktivitas mencurigakan.

Terkait penerapan Pasal 103 UU Narkotika ini, MA mengeluarkan SEMA Nomor 4 Tahun 2010joSEMA Nomor 3 Tahun 2011 tentang Penempatan Penyalahguna, Korban Penyalahgunaan, dan Pecandu Narkotika dalam Lembaga Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial. Dalam setiap perkara narkotika, sebenarnya para penegak hukum hingga pemutus perkaranya mesti berangkat dari aturan yang sama, yaitu Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Undang-Undang itu merupakan regulasi ‘khusus’ yang menyimpang dari sistem pemidanaan yang selama ini berlaku di Indonesia. Dikatakan ‘khusus’ karena undang-undang ini menganut double track system pemidanaan bagi penyalah guna untuk diri sendiri dengan kewajiban bagi seluruh lembaga pengadilan di Indonesia untuk menghukum rehabilitasi.

Dwi Sasono melalui kuasa hukumnya mengajukan permohonan rehabilitasi terkait kasus narkoba yang menjeratnya. Proses rehabilitasi diawali assessment terhadap napi pemakai narkotika yang dilakukan lewat wawancara mendalam oleh jajaran BNN. Selanjutnya keterangan waktu rehabilitasi yang harus dilewati pelaku disesuaikan dengan keputusan hakim dari pertimbangan taraf kecanduan terdakwa yang dirincikan seperti Program Detoksifikasi dan stabilitasi selama satu bulan, Program Primer lamanya 6 bulan, Program Re-entry lamanya 6 bulan. Kemudian memenuhi syarat uji laboratorium positif menggunakan narkotika permintaan penyidik, Surat keterangan jiwa dan psikiater pemeritah yang ditunjuk oleh hakim, terbukti tidak terlibat dalam kasus pengedaran gelap narkoba. Jika sudah sampai pada tahap kecanduan narkoba, bisa dikenali gejala nya seperti selalu ingin mengkonsumsi narkoba setiap hari dan keinginan untuk terus menambah dosis pemakaian.

Rehabilitasi narkobaadalah cara untuk memulihkan pengguna agar terbebas dari narkoba. Memang proses rehabilitasi ini memerlukan waktu yang tidak sebentar. Terlebih jika pasien tersebut telah kecanduan narkoba dalam waktu lama. Di setiap kota besar dan provinsi di Indonesia biasanya memiliki tempat atau rumah sakit yang menjadi tempat rehabilitasi narkoba.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button